Profil Wilayah

Sejarah & Demografi

Jejak historis, asal-usul tanah leluhur, data demografi, serta sarana prasarana Desa Lubuk Lagan.

Asal-Usul Nama Lubuk Lagan

Pada tahun 1617, datanglah kelompok masyarakat adat pertama yang dikenal sebagai Jungku Lintang Kanan (atau Sarang Bulan Lintang) ke wilayah ini. Awalnya mereka datang dengan tujuan berburu gajah. Melihat bentang wilayah yang sangat luas dan subur, mereka akhirnya memutuskan untuk menetap dan membuka sebuah permukiman awal (Talang). Tak lama berselang, menyusul kedatangan kelompok-kelompok adat lain seperti Jungku Lubuk Sepang, Jungku Lubuk Layang, Jungku Karang Jati, dan Jungku Suka Dana.

Kisah nama desa ini bermula pada tahun 1873, ketika serombongan warga mencari ikan di dekat permukiman mereka, tepatnya menyusuri aliran Sungai Pengurungan. Di tengah perjalanan, mereka menemukan sebuah lubuk (bagian sungai yang dalam) yang sangat besar, indah, dan tenang. Di pinggiran lubuk tersebut tumbuh sebuah pohon kayu Lagan yang sangat besar dan rimbun dengan mata kayu unik (bukul) yang menonjol. Tempat teduh di bawah pohon Lagan inilah yang kemudian kerap dijadikan peristirahatan dan tempat berkumpul.

Sepulangnya dari sana, ketua-ketua jungku mengadakan musyawarah adat. Mereka bersepakat mengubah nama dusun awal mereka (Dusun Bukul atau Bo'ok Lagan) menjadi dusun Leoboek Lagan (yang lambat laun dilafalkan menjadi Lubuk Lagan). Sebagai pemimpin adat pertama, ditunjuklah Depati pertama bernama Sindang Aru (Depati Sindang Mergo).

Informasi Wilayah

Luas Wilayah 1500 Hektar
Kecamatan Talo Kecil
Kabupaten Seluma
Provinsi Bengkulu
Suku Mayoritas Serawai
Batas Wilayah:
  • Utara: Desa Sungai Petai (Talo Kecil)
  • Timur: Desa Air Melancar (Semidang Alas Maras)
  • Selatan: Desa Bakal Dalam (Talo Kecil)
  • Barat: Desa Masmambang (Talo)